Semen Indonesia Pertahankan Kejayaan Industri Persemenan Nasional di Indonesia dan Mancanegara

pabrik SG WGI 2

Mengawali Pendirian Pabrik di Tuban

     Perusahaan yang berdiri pada 7 Agustus 1957 di Gresik dan meninggalkan tambangnya sejak tahun 1994, pada waktu itu juga Semen Indonesia berpindah mengembangkan industrinya di tetangga kabupaten yaitu di kota santri yang berlokasi di Tuban. Pada 20 Desember 2012 PT. Semen Gresik Tbk. resmi berganti nama menjadi PT. Semen Indonesia Tbk. bersama di Semen Indonesia grup yang terdiri dari PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, PT. Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Vietnam bersatu untuk berkolaborasi dalam meningkatkan persaingan industri semen dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Di Tuban Semen Indonesia banyak meraup keuntungan lebih besar dengan hasil pada tahun 2014 saja mampu memproduksi 45.000 ton semen per hari untuk memenuhi kebutuhan nasional. Semen Indonesia melakukan eksploitasi lahan baru di Tuban dengan luas lahan tambang mencapai 1.650 ha, terdiri dari 1.250 ha tambang batu kapur (karst), dan 400 ha tambang tanah liat (clay). Pabrik Semen Gresik (Semen Indonesia grup) Tuban 1 yang dibangun pada tahun 1994 dengan kapasitas produksi 2,7 juta ton per tahun, Tuban 2 dibangun 1997 produksi 2,5 juta ton per tahun, Tuban 3 dibangun 1998 dengan 2,5 juta ton per tahun, dan terakhir Tuban 4 dibangun tahun 2012 dengan kapasitas produksi rata-rata 2,5 juta per tahun.

Lahirnya Kepercayaan Masyarakat

            Membangun 4 pabrik pengolahan yang bermula dari 1 pabrik dan masyarakat menerima dengan baik dan percaya dengan banyak memeberi manfaat mulai dari mampu menyerap banyak tenaga kerja. Bahkan, masyarakat di lingkungan ring satu pabrik yang terdiri di empat kecamatan, yakni kecamatan Tuban, Jenu, Merakura, dan Kerek, banyak terlibat di industri Semen Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hingga waktu berjalan perencanaan pun dilakukan satu demi satu pabrik di bangun dan sempat menyatakan untuk berhenti setelah 3 unit terbangun. Karena dulunya mau mendirikan di kabupaten Pati pada tahun 2012, namun banyak pihak yang tidak menyetujui meskipun sudah mengantongi izin dari Pemerintah daerah (Pemda) dan pada perencanaan lokasinya dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang menjadi syarat mutlak sebelum mendirikan pabrik juga belum memenuhi standar SNI-nya karena alasan cekungan air tanah (CAT) sudah mendekati batas standar baku. Akhirnya Pihak Semen Indonesia juga menyerah dan akhirnya mencabut izinnya dan secara kebetulan pada saat itu juga pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pelarangan membangun di daerah CAT nya yang tidak memenuhi standar. Disisi lain juga sudah membeli alat dan perangkat baru sehinggga di bangunlah pabrik pengolahan semen 4 di pabrik Tuban karena melihat potensi lahan tambang yang tersedia yang diprediksi masih mampu berproduksi hingga 30 tahun ke depan. Hingga saat ini, area lahan yang sudah dieksploitasi baru mencapai 35 ha dari 1650 ha area tambang. Khusus area tambang bahan baku utama semen di Tuban ini diasumsikan juga akan habis 30 tahun ke depan dengan mengoperasionalkan empat pabrik seluas 200 ha dengan mempekerjakan sekitar 4.000 hingga 5.000 karyawan.

VISI
Menjadi perusahaan persemenan internasional yang terkemuka di Asia Tenggara
MISI
Mengembangkan usaha persemenan dan industri terkait yang berorientasikan kepuasan, 
Mewujudkan perusahaan berstandar internasional dengan keunggulan daya saing dan sinergi untuk meningkatkan nilai tambah secara berkesinambungan,
Mewujudkan tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan,
Memberikan nilai terbaik kepada para pemangku kepentingan (stakeholders),
Membangun kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia.

Persaingan Pasar Semen Nasional dan Interenasional

       Dengan visi dan misinya tersebut Semen Indonesia akan berusaha untuk mempertahankan sebagai semen Nasional untuk Indonesia. Sementara dengan melihat persaingan pasar Nasional dan Internasional di dunia semen di Indonesia dengan analisis yang di lakukan pihak semen Indonesia, Indonesia rencananya akan kedatangan industri semen dari luar negeri yang baru akan membangun pabrik semennya wilayah di Indonesia dengan sudah merencanakan pemebelian lahan baru untuk tambang bahan utamnya dan pembangunan pabrik. Dengan begitu perusahaan Semen Indonesia yang di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kepemilikan Pemerintah Indonesia (51,01%) yang otomatis keuntungannya juga dimasukkan dalam penghasilan Negara untuk tetap berusaha memepertahankan sahamnya dan meningkatkan Industri Semen di Indonesia di kancah Nasional bersaing dengan industri semen milik luar negeri yang mendirikan usahanya di Indonesia. Mulai dari pemilik, engineer hingga para karyawannya tetap dipertahankan dari sumber daya manusia lokal Indonesia sendiri tanpa ada campur tangan pihak asing dalam pengelolaan pabriknya, hanya saja ada teknisi dari asing untuk instalasi alat atau mesin yang di datangkan dari Negara asal atau bisa dikatakan hanya tukang service dari penjualnya. Prestasi ini tetap dipertahankan Semen Indonesia untuk membantu mensejahterakan warga Negara Indonesia dan bisa sebagai wadah mengaplikasikan kemampuan untuk mengabdi kepada Indonesia di berbagai bidang khususnya dalam bidang teknik. Segudang prestasi Semen Indonesia di tingkat Nasional dan Internasional yang sudah diperoleh baik dalam kinerja dan sistem manajemen pabriknya yang terbukti raih SNI Awards 2013 dan 2014. Selain itu, bukti nyata dalamkepedulian dan pelestarian lingkungan melalui green economy nya untuk mendapatkan predikat green industry sebagai syarat utama kenyamanan dan kesehatan pekerja hingga masyarakat dengan keberadaan pabrik dan langkah go International mampu diperolehnya dengan bukti penghargaan Green Industry dari Kementrian Perindustrian, The Best Indonesia Green Awards 2014, penghargaan Proper Emas pada tahun 2013 dan 2014 sebagai bukti perseroan telah memenuhi kriteria tertinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan pabrik dari Kementrian Lingkungan Hidup, Indonesia Green Awards 2013 dari La Tofi School of CSR dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perindustrian, dalam mengapresiasi pihak-pihak yang telah melaksanakan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) atau CSR yang menerapkan ekonomi hijau dengan yang menyatakan bahwa Semen Indonesia sebagai Pelestari Keanekaragaman Hayati, Pelestari Sumber Daya Air, Pelestari Energi Terbarukan, Pelopor Pencegahan Polusi, Pelestari Bumi Terbaik. Semen Indonesia yang meraih Antaranews CSR Award atas keunggulannya dalam tanggung jawab sosial perusahaan yang diberikan kepada Masyarakat.

 

Manfaat, Keunggulan dan Harapan Semen Indonesia

            Hal ini juga bisa menjadikan referensi bagi masyarakat umum baik secara Nasional maupun Internasional untuk menyelidiki bagaimana perlakuan-perlakuan Semen Indonesia dalam menjalankan industrinya tetap konsisten dalam bertanggung jawab sebagaimana dalam prinsip yang diterapkannya yaitu pada prinsip Triple Bottom Line dengan 3P (Profit, People, dan Planet). Profit akan menghasilkan keuntungan yang banyak, sehingga dapat memberikan manfaat kepada manusia dan mensejahterakannya (People) dan Planet tetap terjaga dan terlindungi dengan remediasi bekas tambangnya dengan pemulihan kembali lahan dengan kualitas yang sama atau dengan peningkatan kualitas dari lahan yang ditambang oleh Semen Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s